Kembali ke Barisan Ikhwan

Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, reuni Silver Mahakam Six 1993. Karena kata orang masa SMA adalah masa paling indah. Banyak memori lucu, nakal, iseng yang asik untuk dikenang kembali. Belum lagi kisah gita cinta dari SMA. Wah sejuta rasanya.

Karena itu setiap reuni SMA pasti saja sulit untuk mendapat ijin dari istri. Ada ada saja kegiatan yang entah sengaja atau tidak pasti berbentrokan harinya. Dia khawatir datang reuni hanya modus untuk mengenang mantan, dan akhirnya CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali.

Tapi kali ini surat jalan keluar dengan mudah. Karena reuni kali ini memang berbeda, bukan saja karena ini reuni silver setelah 25 tahun kita lulus SMA, namun karena diadakan di sekolah. Lebih seru pastinya. Bukan karena sekedar temu kangen, tapi memberikan tali kasih kepada guru-guru yang telah berjasa mendidik kita tanpa tanda jasa.

Saya pribadi ada agenda silaturahmi dengan sahabat-sahabat lama alumni ekskul rohis setelah shalat dzuhur. Alasan terakhir ini malah yang kurang meyakinkan dibanding lainnya.

Selain teman SMA, memang tidak ada yang percaya kalau saya dulu adalah anak Rohis. Jangankan kolega atau teman kantor, istri saja tidak percaya saya mantan anak Rohis. Semua menggangap pengakuan saya itu lelucon. Mereka malah tertawa karena yakin saya bercanda.

Saya tersenyum saja, tapi miris juga di hati. Hati kecil berbisik, “Kamu memang sudah berbeda, bukan lagi Jojo yang dulu, yang senang nasyid, shalat tepat waktu, tak pernah absen menulis untuk lembar jumat sekolah, dan selalu semangat bercerita tentang infidahah Palestina dan Mujahidin Afghanistan. Kamu sudah jauh dari Islam dan memang sudah berubah!”

Astaghfirullah. Saya terdiam sejenak. Mata berkaca kaca dimarahi oleh hati kecil yang tak pernah bohong dan lebih pedas daripada sambal mercon. Dasar si Cabe, pedasnya membekas dan membuat saya merenung.

Saya langsung teringat “Janji Mina”, yang di ikrarkan bersama rombongan haji Maghfirah travel 2018 di hari terakhir kami di Mina, Mekah Agustus kemarin. Ikrar ini mengikuti sunah Rasulullah dalam Bai’ah Aqobah.

Ada beberapa poin di Janji Mina. Namun salah satu poinnya membuat saya teringat sahabat-sahabat alumni Rohis SMA adalah poin keenam : “Berusaha menggunakan potensi diri untuk kemenangan dan kejayaan Islam dan Muslimin.”

Kangen saya dengan mereka. Tekad saya, Reuni Silver ini harus jadi momentum agar ukhuwah kami terjalin kembali, agar saya kembali ke barisan orang-orang saleh.

Allah Ta’ala berfirman : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Rasulullah saw bersabda untuk berteman dengan orang Saleh :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Majelis Taklim Mudzaakarotul Ikhwaan

Gayung bersambung. Lewat whatsapp, Rio Arintoko sebagai yang kami tuakan sepakat usul saya. Menyusul kemudian sahabat lainnya. Persahabatan kami memang bukan sekedar persahabatan bagai kepompong. Melainkan persahabatan hakiki utk meraih ridha Allah swt. agar awet bersahabat hingga ke surga. Aamiin.

Selepas Zhuhur kami berkumpul, mengenang sedikit masa lalu, bertausiah soal waktu yang berjalan begitu cepat dan melenakan, serta merencanakan hal baik kedepan yang perlu kita lakukan bersama kembali. Tak lupa saling mendoakan agar mendapatkan akhir yang baik dan bertemu kembali di surganya Allah Azza Wa Jalla.

Dari cerita, beberapa sahabat ternyata sudah mendirikan Majelis Taklim Mudzaakarotul Ikhwaan (MTMI) berpusat di Masjid Jami’ Nurul Huda Jl. Haji Nawi, Jakarta Selatan. Disana berkumpul teman-teman profesional muda yang sudah hijrah dan ingin membantu syiar Islam. Saya langsung berniat untuk ikut aktif dan melaksanakan Janji Mina saya yang keenam.

Adzan Ashar memanggil. Tak terasa 3 jam kami berbincang. Setelah shalat Ashar berjamaah, kami berpisah, saling mendoakan dan berharap bisa bertemu kembali di kegiatan MTMI maupun syiar Islam lainnya.

Hati kecil saya berteriak mengucap Hamdalah sambil cengegesan. Saya meliriknya, tersenyum dan mengucapkan terima kasih. “Hei Cabe, kamu tahu gak, dari semua reuni yang pernah saya datangi, ini reuni terindah. Karena saya bisa kembali merapat ke barisan ikhwan, barisan sahabat-sahabat yang saleh. Makasih ya, Cabe!” Kami pulang sambil bershalawat. Subhanallah, indah betul hari ini.

Jojo. S. Nugroho
Mahakam Blok M Jakarta
29 September 2018

Advertisements

One thought on “Kembali ke Barisan Ikhwan

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: