Sampai Bertemu Kembali, Baitullah!

“Ini seperti mimpi. Enggak kebayang bisa berhaji sampai akhirnya menjalani rukun demi rukun dan sekarang akan berpisah dengan Baitullah, enggak nyangka sama sekali, Alhamdulillah, ” kata Dian Yuliani (40) salah seorang jamaah haji Maghfiroh sambil berkaca-kaca usai Tawaf Wada, Sabtu (25/08).

Dian mengenang kembali perjalanan ibadah berhajinya mulai dari minggu awal di Madinah, kemudian umrah haji ke Mekah, lanjut ibadah haji di Mina, Arafah, Mudzalifah dan kembali ke Masjidil Haram untuk tawaf Ifadhah sekaligus menutup rangkaian dengan Tawaf Wada.

“Setiap rukun yang dijalani punya cerita. Alhamdulillah semuanya dibimbing sesuai sunah rasul, dan dimudahkan Allah. Awalnya takut banget karena belum pernah umroh sebelumnya jadi enggak ada gambaran,” kata ibu dua anak ini.

Yang paling berkesan menurutnya adalah pengalaman selama di Mina karena jamaah haji benar-benar diuji kesabaran dan keikhlasannya. “Saya yakin jika kondisi sama terjadi bukan saat berhaji, dan tidak dibimbing para ustad Maghfirah kita pasti sudah cakar-cakaran,” katanya sambil tersenyum.

Pembimbing Haji Maghfirah Travel Ustad Dr. Ahmad Hatta dalam acara perpisahan di Jeddah, 26 Agustus 2018 mengatakan, Mina, Arafah dan Mudzalifah memang menjadi kenangan manis bagi jemaah haji. “Alhamdulillah Allah memudahkan semua kegiatan kita. Semoga ini semua menjadi tanda kemabruran kita,” kata ustad Hatta.

Yang penting setelah Haji, lanjutnya, adalah menjaga keistiqomahan kita untuk mencari keridhoan Allah.

Allah SWT berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ ۗ وَ اللّٰهُ رَءُوْفٌ ۢ بِالْعِبَادِ
“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 207)

Lebih lanjut ustad Hatta menyarankan tiga hal yang harus segera dilakukan setelah pulang haji adalah mencari guru ngaji dan majelis-majelis ilmu, bergaul dengan lingkungan yang kondusif untuk keimanan kita serta tidak menunda untuk melakukan perubahan yang positif.

“Haji bisa jadi fitnah kalau setelah haji merasa paling bener, merasa paling hebat. Janganlah sombong. Fokus pada akhirat dan masuklah Islam secara keseluruhan (kaffah) dan totalitas,” tegas ustad Hatta.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَاۤ فَّةً ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208)

Selamat berpisah kota Mekah.
Selamat berpisah Baitullah yang penuh kemuliaan, keagungan, dan kewibawaan. Semoga suatu saat kami bisa kembali lagi kesini untuk merasakan kembali keagungan Allah Azza Wa Jalla. Sampai bertemu kembali, Baitullah!

@jojo suharjo nugroho
Jeddah, 26 Agt 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: