Ini Mina, Bung!

Permusuhan manusia dengan setan memiliki sejarah panjang sejak Adam diciptakan. Setan gak akan puas menggoda manusia sampai nyawa kita ada di kerongkongan atau sakaratul maut agar kita tidak bisa mengucap Asma Allah di akhir hidup kita.

Saat berhaji, musuh bebuyutan manusia ini diaksikan dengan melontar jumrah, selama tiga hari berturut-turut 10 – 11 dan 12 Dzulhijjah.

Tentunya bukan berarti setan diikat di 3 Jumarat Ula, Wustho dan Aqabah dan kita lempari mereka dengan kerikil. Melainkan kita aksikan perang kita dengan setan dan niatkan dengan nama Allah membuang sifat sifat setan yang ada di diri kita selama ini.

“Bismillahi Allahu Akbar!” Lempar 7 kerikil dengan nama Allah karena kita tidak mungkin menang melawan setan kecuali pertolongan Allah.

Di Mina setan diperangi. Karena itu dari semua urutan ibadah haji, Mina adalah yang terberat karena setan tentunya tak tinggal diam saat diperangi.

Mereka gantian menggoda habis-habisan para jamaah haji yang menginap di tenda Mina dengan segala strategi setan menggoda manusia.

Fasilitas tenda yang kurang mumpuni dibanding jumlah jamaah haji menjadi bahan untuk setan membisiki hati-hati manusia yang kurang sabar. Bayangkan, satu maktab bisa mencapai 2.500-3.000 orang sementara jumlah toilet per maktab hanya 30 dibagi dua laki dan perempuan. Itu belum ditambah invasi dari maktab lain. 1 toilet untuk 100 orang!

Tambah runyam lagi dengan gerakan ibu-ibu yang menginvasi toilet laki laki. Gak tanggung-tanggung dari 15 kamar, 3 direbut mamak-mamak garis keras ini. Untungnya bapak-bapak memilih mengalah daripada bertengkar dengan ibu-ibu. Tapi yang cekcok karena berhasil dibisikin setan juga gak sedikit.

Godaan setan tak berhenti disitu karena masalahnya tak hanya rebutan toilet. Soal makanan pun jadi bahan bisikan setan. Entah siapa yang memulai, yang jelas setan berperan sebagai pembisik Tenda haji khusus diinvasi haji reguler yang tak dapat fasilitas makan dan minum prasmanan. Sampai-sampai pengelola beberapa maktab haji khusus harus menuliskan pengumuman : “Fasilitas buffet hanya untuk haji khusus, HARAM untuk haji reguler!” Astaghfirullah.

“Kita berbagi makanan masih oke, tapi kalau berbagi toilet juga dengan regular, keterlaluan,” kata seorang ibu, sengit. Sepertinya setan berhasil menggodanya.

Belum lagi tenda yang “hangat” di siang hari meski ber AC dan sebaliknya dingin sekali di malam hari. Cuaca di Mekah saat ini memang ekstrem. Siang hari bisa hingga 42 derajat.

Fasilitas tidur pun sempit sekali, kepala bertemu kepala. Kaki ketemu kali. Butuh tepo seliro, keikhlasan, kesabaran dan kekeluargaan menjalani hari di Mina.

Ketidaknyamanan menjadi bahan segar bagi setan terus membisiki agar jamaah haji saling bertengkar dan merusak ibadah hajinya.

Ingat strategi setan yang tak akan tinggal diam di Mina. Jadi, kalau kita sudah mulai dibisiki setan di dalam hati agar melakukan tindakan yang merusak haji kita, ucapkan Istigfar dan Ta’awudz. Audzubillahiminashyaitannirajim serta ingat, Ini Mina Bung, dimana setan tak akan tinggal diam saat diperangi. Bekal sabar dan ikhlas yang banyak dan jangan kalah sama bisikan setan yang terkutuk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: