Kami Hadir, ya Allah!

Selepas subuh jutaan manusia bergegas menuju Padang Arafah, 9 Dzulhijjah 1439 H atau hari Senin, 20 Agustus 2018 kemarin. Semua melafaskan seruan yang sama “Labbaiik Allohumma Labbaiik, Labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni’mata laka wal mulk. Laa syariika Lak!” Gemanya membuat haru dan bergidik.

Ada yang naik bus, banyak juga yang berjalan kaki. Dari berbagai negara, suku bangsa, bermacam warna kulit. Yang pasti, semua bergerak ke satu tempat : Padang Arafah, sebuah padang panas diantara gunung-gunung batu di Mekah.

Rasulullah SAW bersabda,
الْحَجُّ عَرَفَةُ
“Haji itu adalah Arafah”. [HR. at-Tirmidzi.”

Semakin menjelang siang, rombongan jamaah haji semakin menyemut. Panasnya Mekah yang mencapai 42 derajat celcius tak membuat mereka gentar. Dua matahari sekalipun tak akan membuat mereka ciut karena semuanya ingin segera absen ke Allah, “Kami hadir di Arafah Ya Allah! Kami hadir! ”

Karena di hari itu mereka semua ingin dicoret oleh Allah dari daftar penghuni neraka. Ibunda kaum mukminin, Aisyah Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ؟

“Tidak ada hari yang di dalamnya Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka lebih banyak daripada di hari Arafah. Dia ‘Azza Wa Jala mendekat lalu membanggakan kalian semua di hadapan para malaikat seraya berfirman: Apa yang mereka inginkan?” (HR. Muslim)

Menjelang tengah hari semua jamaah haji bersiap untuk wukuf atau berdiam diri di Padang Arafah. Mulai matahari tergelincir atau waktu Dzuhur hingga matahari terbenam adalah waktunya memperbanyak talbiyah, doa dan dzikir. Karena menjadi waktu yang sangat mustajab untuk di-ijabahnya doa hamba-hamba Allah.

Pintu-pintu langit dibuka dan Ilahi Rabbi membuka rahmat-Nya. Allah swt turun ke langit bumi mendengarkan langsung doa-doa hambanya di Padang Arafah dan menghapuskan dosa mereka meskipun sebanyak butiran pasir atau rintikan hujan atau buih di lautan.

وأَماَّ وقوفُكَ عَشِيَّةَ عرفةَ فإنََّ اللهَ يَهبِطُ إلىَ سماءِ الدنيا فَيُبَاهِي بِكُمُ الملائكةَ يَقولُ عِبادِي جَاؤُوْنِي شَعِثاً مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَميقٍ يَرجُونَ جَنَّتيِ فَلَو كانتْ ذنوبُكُمْ كَعَددِ الرَّملِ أوْ كَقَطرِ المطرِ أوْ كَزَبَدِ البَحرِ لَغَفَرْتُهاَ أَفِيضُوا عِبادي مغفوراً لَكُمْ ولِمَنْ شَفَعْتُمْ لَهُ

“Adapun wukufmu di Arafah, maka sesungguhnya Allah akan turun ke langit dunia, lalu membanggakan kalian di depan para malaikatnya, seraya berfirman: “Hamba-hamba-Ku telah mendatangi-Ku dalam keadaan lusuh, dari setiap penjuru, mereka berharap surga-Ku, meskipun dosa-dosa kalian sebanyak butiran pasir atau rintikan hujan atau buih di lautan, sungguh Aku telah mengampuninya, kembalilah kalian wahai para hamba-Ku dalam keadaan sudah diampuni dosa-dosa kalian dan bagi siapa saja yang telah kalian mintakan syafaat untuknya”. (HR. Ibnu Hibban dan Ath Thabrany di dalam kitab Al Mu’jam Al Awsath dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib).

Waktu 6 jam berlalu terasa sangat cepat. Dipimpin para ustadz Maghfirah Travel kami memintakan ampunan, memintakan semua kebaikan dunia dan akhirat untuk diri sendiri, keluarga, handai tolan dan juga bangsa Indonesia.

Tangis kami pecah, meminta ampun dan tobat kepada Allah Azza wa Jalla karena sadar bahwa kami tak akan kuat merasakan panasnya api neraka.

Matahari mulai terbenam dan waktu mustajab berdoa hampir habis. Kami berpindah keluar tenda. Menghadap kiblat, dan menengadahkan tangan ke langit, merangkum doa-doa kami. Karena kami takut pintu langit segera tertutup sementara doa kami belum tuntas. Ustad Mu’in merangkum doa dengan cermat memastikan tak ada doa yang tertinggal.

Usai bersalaman mendoakan kemabruran masing-masing, tepat saat terbenam matahari sebuah tanda di langit diberikan Yang Maha Kuasa, awan bertuliskan Asma Allah. “Subhanallah. Kami hadir, ya Rabb! Kami hadir! Engkau Maha Tahu ya Allah, kabulkan doa kami ya Rabb! Ijinkan kami bersama kekasihmu di surga,” teriak kami dalam hati. Setetes air mata haru jatuh di mata kami. Kami rindu bertemu rasul.

Allahu Akbar! Allah menunjukkan kebesaran dan rahmatnya. Semoga menjadi pertanda baik dari Allah atas diterimanya doa-doa semua jamaah haji, berolehnya haji mabrur, diampuni semua dosa, dikeluarkan nama kita dari catatan penghuni neraka dan diterima semua amal sholeh kita. Aamiiin Allahumma Aamiiin…

Mina, 23 Agustus 2018
Jojo Suharjo Nugroho
Maghfirah Haji #084

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: