Ini Sudah Eranya Bercerita Digital

PR hari ini dan masa depan akan sarat dengan gagasan-gasan storytelling, social listening, dan big data. Kemampuan menguasai ketiganya akan memperkuat keberhasilan kampanye kepiaran yang dijalankan perusahaan.

Membuka pandangannya tentang apa yang kira-kira akan berkembang tahun 2018 pada PR INDONESIA Outlook di Jakarta, Rabu (6/12/2017), Suharjo Nugroho alias Jojo, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI), mengingatkan akan berlangsungnya pemilihan kepala daerah serentak di 17 propinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Nuansa politik sungguh akan mengental sepanjang tahun depan dan memuncak pada pagelaran pemilihan legislatif dan presiden 2019. Di tengah hiruk pikuk kontestasi politik lokal ini, sudah sepatutnya merek perusahaan atau lembaga jangan sampai terseret arus politik yang sedang menghangat.

Bisa jadi perusahaan tidak pernah ikut “bermain” politik. Tapi siapa nyana mereknya tiba-tiba jadi “korban” isu politik. “Tentu kita masih ingat kasus Sari Roti yang dihubung-hubungkan dengan isu politik di masa pilkada DKI Jakarta tahun lalu, sehingga muncul seruan boikot produk roti tersebut. Padahal Sari Roti tidak bersalah,” ingat Jojo.

Kasus yang sama juga terjadi pada ajakan boikot Traveloka pasca “insiden” Ananda Sukarlan keluar ruangan ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang berbicara di Kanisius, Jakarta, November lalu. Ajakan uninstall Traveloka menggema di jagat media sosial. Padahal Traveloka tidak ada urusannya dengan peristiwa itu.

“Musibah” Traveloka rupanya menjadi momentum bagi kompetitor atau perusahaan dalam satu industri yang sama untuk mengambil kesempatan menyapa pasar. “Inilah yang disebut riding the moment. Krisis di satu perusahaan, tapi berkah bagi perusahaan pesaing,” ucapnya.

Dalam kasus mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Ketua DPR Setya Novanto menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau, Jakarta Pusat, merek-merek otomotif lain juga ikut-ikutan mengambil peluang pasar. Tiga produsen mobil –Suzuki, Nissan, dan Mitsubishi– bahkan “mengklaim” produknya anti tabrak tiang listrik tak lama usai peristiwa tersebut.

“Cross Check”

Bagaimana dengan era post-truth ? Era yang membuat opini pribadi lebih dipercaya ketimbang fakta dan produk jurnalistik ini mengkhawatirkan Jojo. Menghadapi situasi faktual dan peluang tahun 2018, Ia mengurai beberapa tips.

Pertama, memahami manajemen isu dan krisis PR. Apabila perusahaan sedang mengalami krisis, maka sebaiknya dibuat standby statement. Dimulai dari penyampaian pernyataan maaf atas nama perusahaan, lalu menyampaikan kronologi kejadian yang sebenarnya. Selanjutnya menyampaikan rasa empati jika krisis menimbulkan korban, dan pada akhirnya menyelesaikan perkara. Upaya ini akan jauh lebih baik jika perusahaan memiliki SOP menghadapi krisis.

Kedua, mengutip survei lembaga internasional Global Communication Report 2017, yang bakal menjadi tren pada 2018 adalah tiga hal berikut: digital storytelling,social listening, dan big data.

Storytelling yang bagus diyakini akan menjadi faktor sukses sebuah kampanye PR yang kreatif saat ini dan masa datang. Melalui pendekatan brand journalism yang merupakan bentuk hybrid dari jurnalisme klasik yang bercampur dengan marketing dan PR, gagasan storytelling semakin menemukan positioning yang kuat saat ini.

Sementara itu, percakapan di media sosial juga semakin penting untuk diperhatikan. Apalagi di era yang kini makin berkecambah hoaks dan fake news. “PR jangan mudah percaya dengan isu dan mesti kritis dalam melihat percakapan di medsos. Ujilah isu atau informasi tersebut sebagai hoaks atau bukan dengan piranti CrossCheck di internet,” sarannya. CrossCheck sendiri adalah sebuah proyek kolaboratif jurnalisme yang ditujukan untuk memastikan apakah sebuah isu atau informasi merupakan fakta atau hoaks.

Pada akhirnya, kemampuan mengelola big data yang dimiliki akan sangat berarti banyak dalam membangun keberhasilan komunikasi di masa datang. Lewat bigdata inilah, bisa dilakukan pemetaan hubungan antara orang, organisasi, topik-topik (pembicaraan), lokasi, dan lain sebagainya. (asw)

*artikel ini ditayangkan di majalah PR Indonesia edisi Desember 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: